Selamat Datang

Laman

Al-Quran

TvQuran

Cari Blog Ini

Sabtu, 19 Februari 2011

Berpacaran @ Bercinta @ "couple"



Tentang pacaran, ber "couple",bercinta dan perbedaan pacaran dan ta'aruf.. (by M.A.Islam)
oleh
Belajar Adab Adab Sunnah Rasulullah saw


Kita lebih sering dengar "pacaran", kalau di melayu di katakan "bercouple".

1. mendekati zina, zina itu luas, buka karena melakukan hub badan saja, pandangan dgn nafsu juga zina,menyentuh dngan syahwat juga zina. berbicara dengan ada nafsyu syahwat juga zina.dll.


2. buang waktu, waktu yang seharusnya bisa buat belajar agama atau lainnya,habis karena sesuatu yang sia-sia yakni pacaran. dan pacaran ini benar-benar menyia-nyiakan masa muda. bahkan banyak yang hancur masa mudanya karena pacaran ini, karena itu dia tadi,merasa hebat bisa tertahan goda'an syaitan. ada yg hamil diluar nikah, ada yg melarikan diri dari orang tua katanya karena tidak direstui, ada juga yg berani melawan orangtua,katanya Demi cintaku. benar-benar konyol.


3. banyak kemungkinan berbohongnya, berjanjinya ini dan itu, dll..

Apa ada jaminan kita tak tergoda syaitan? jawab: sungguh tak ada jaminan sama sekali. bila antum merasa menjamin tak tergoda,betapa hebatnya anda, sahabat Nabi saja minya berlindung pada Allah dari godaan syaitan. apalagi kita ini. tak ada apa-apanya, malah merasa hebatnya mau mendekati zina. dekat dengan derajat para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja tidak sama sekali. antara langit dan bumi bahkan lebih jauh lagi.


Kalau kita beralasan, "LALU BAGAIMANA SOLUSINYA AGAR DAPAT PASANGAN,KAN HARUS DI USAHAKAN", jawab: memang betul di usahakan, karena usaha dulu baru tawakkal, tapi bukan berarti harus dengan cara yang salah dengan meniru-niru satu kaum.dalam hal ini PACARAN bukanlah dari islam. dengan jalan ta'aruf itu lebih baik.

yang ironi, ketika mereka berpacaran, kami tanya "pacaran ya" oh tidak, kami ta'aruf. ....$#@&. kami bingung, apa ini yang mereka maksud ta'aruf dalam islam? bebas jalan berdua, pegang tangan sana-sini, di telepon rayu-rayuan????

mari kita lihat perbedaan pacaran dan ta'aruf.

Pacaran : adalah budaya orang orang jahil yang tanpa melalu tertib tetap yang cenderung menghalalkan segala cara.
Contoh. Boleh jalan berdua,boleh berzina,boleh kapanpun bermaksiat,boleh sembunyi sembunyi dari orang tua,bebas berbohong,bebas berangan angan,bebas berandai andai. tak ada aturan yang mengikat.

Ta'aruf: perkenalan laki laki kepada wanita adalah yang dibolehkan dalam islam,dengan syarat dan tata cara tertentu dengan tertib yang tetap.
Contoh: harus diketahui wali perempuan,tidak boleh berbohong,niat harus benar,tidak boleh jalan berdua,tidak boleh pegangan tangan apalagi berzina,melihat hanya boleh wajah dan telapak tangan.

Jadi pacaran dalam islam jelas tidak ada. Istilah pacaran tidak ada dalam islam.
Kita sama sama mengingatkan untuk kebaikan. Untuk mendapatkan kebaikan dan kemuliaan dunia akherat harus dengan cara yang baik dan mulia juga.



“Dan janganlah kamu dekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”

(Al-Isra’:32).



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:"Ada tiga jenis orang yg diharamkan Allah masuk surga,yaitu pemabuk berat,pendurhaka terhadap kedua orang tua,dan orang yg merelakan kejahatan berlaku dalam keluarganya (yakni,merelakan isteri atau anak perempuannya berbuat serong atau zina)"(HR.Nasa'i,Ahmad)*Apakah antum merelakan anak antum pacaran, itu sama saja antum merelakan anak antum untuk mendekati zina, lalu dimana tanggung jawab sebagai orangtua, apakah itu namanya orangtua yang baik? dan membiarkannya berjalan berdua dgn bukan mahramnya? JANGAN DEKATI ZINA

bila semua peringatan yang baik sudah tak mau diterima oleh hati kita, mari berdo'a kepada Allah, semoga Allah melunakkan hati kita yang keras,yang tak mau menerima kebaikan. banyak istigfar.


jangan dekati zina ya kakak, lebih baik kayak aku, belajar dan berusaha jadi anak sholehah, dan kakak bisa juga berusaha jadi sholeh dan sholehah. semoga Allah meridhai.

tugas kami hanya menyampaikan , mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan.
KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH

Ahad, 6 Februari 2011

Hari Kiamat - Tiada siapa yang tahu kecuali Allah SWT

http://feryco.com/wp-content/uploads/2010/12/kiamat.jpg

Umat Islam dinasihat tak terpengaruh ramalan kehancuran bumi dilanggar planet Nibiru.

PLANET Nibiru diramalkan akan melanggar bumi pada 2012. Insiden ini akan mengakibatkan kemusnahan yang teruk kepada bumi. Ada yang mengaitkan peristiwa ini dengan hari kiamat atau sekurang-kurangnya tanda-tanda hari kiamat.

Idea perlanggaran planet Nibiru dikemukakan sejak 1535 oleh seorang ahli falsafah Perancis, Notramadus. Idea asalnya peristiwa ini akan berlaku pada 2003, namun tertunda hingga ke 2012. Kiraan ini dibuat berdasarkan kiraan kalendar kaum Mayan dari Amerika Tengah. Tarikh kalendar ini berakhir pada 21 Disember 2012, oleh yang itu perlanggaran ini akan berlaku sebelum tarikh akhir kalendar ini.

http://www.rahsiaanakpintar.com/images/ban2rap.gif


Advertise Here

Ini maklumat popular yang dinukil sebahagian besar media, baik akhbar bercetak mahupun internet. Bahkan lebih daripada itu, sejak 15 tahun yang lalu banyak tulisan dan buku diterbitkan membincangkan peristiwa 2012 ini. Termasuk dalam negara kita, buku bertema subjek ini mendapat sambutan hangat dan berjaya menduduki carta buku paling laris di rumah penerbitan dan rangkaian kedai buku utama.

Peristiwa planet Nibiru ini tidak sedikit menimbulkan polemik dan keresahan dalam kalangan umat manusia, termasuk rakyat Malaysia. Sehinggakan hal ini terpaksa dijelaskan pada persidangan Dewan Negara. Dilaporkan Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi, Datuk Dr Maximus Ongkili ketika berucap memberitahu dakwaan planet Nibiru akan melanggar bumi dan menyebabkan kerosakan teruk pada 2012 adalah tidak benar. Bahkan kewujudan Nibiru pun masih diragui.

Bahkan Ketua Unit Penyelidikan Sains Angkasa, Agensi Angkasa Negara (ANGKASA) Tuan Mohd Fairos Asilan menjelaskan jika benar Nibiru akan melanggar bumi pada 2012, sudah tentu ia sangat hampir dengan bumi dan kita sudah lama mengesannya.”

Ramalan mengenai Nibiru termasuk perkara akan datang yang termasuk dalam hal yang ghaib. Tentu saja Allah yang lebih mengetahui semuanya. Belum ada siapa yang boleh menentukan secara tepat esok hujan atau tidak, sekalipun keadaan awan sangat mendung. Banyak kali juga terjadi awan mendung, tidak hujan. Begitu juga sebaliknya. Inikah pula menentukan sesuatu yang besar seperti perlanggaran planet atau hari kiamat. Untuk urusan dunia seperti ini, seharusnya dikembalikan kepada pakar dalam bidangnya seperti ahli astronomi.

Perkara kedua yang perlu diberi perhatian ialah mengaitkan sesuatu peristiwa sebagai hari kiamat atau tanda kiamat. Perkara ghaib dan hari kiamat (termasuk tanda-tandanya) ialah sebahagian daripada Rukun Iman. Salah faham mengenai perkara ini memberi natijah yang besar kepada diri seorang Muslim, kerana ia menentukan hujung-hujungnya di syurga atau kekal di neraka.

Justeru, bilakah kiamat? Soalan ini ditanya oleh seorang lelaki Arab Badwi kepada Nabi seperti yang dilaporkan oleh sahabat, Abu Hurairah.

“Suatu hari seorang lelaki Arab Badwi datang bertanya kepada Nabi: “Bilakah hari kiamat?” Ketika itu Nabi sedang berucap, dan tidak mengendahkan soalan itu. Namun setelah tamat berucap Nabi berkata: “Manakah orang yang bertanya mengenai hari kiamat tadi?” Lelaki itu berkata: “Aku wahai Rasul Allah”. Nabi menjawab: “(Kiamat akan datang) Apabila amanah telah disia-siakan”. Orang itu bertanya lagi mendapatkan penjelasan: “Bagaimanakah mensia-siakan amanah itu?” Nabi menjawab: “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” – (Maksud Hadis Bukhari dan Ahmad)

Hadis ini dan juga banyak hadis menjelaskan bahawa Nabi sendiri tidak mengetahui bila hari kiamat akan berlaku secara tepat. Bahkan malaikat yang bertugas meniup sangkakala (trumpet) ketika hari kiamat juga tidak mengetahui bilakah hari kiamat. Nabi menjelaskan dalam satu hadis malaikat Israfil tertunggu-tunggu arahan daripada Allah untuk meniup sangkakala.

“Bagaimana boleh aku berasa tenteram dan tenang, sementara Malaikat Israfil telah meletakkan trumpet ke dalam mulutnya, menumpukan perhatian dan memusatkan pendengarannya sambil menunggu perintah untuk meniupnya…” – (Hadis Tirmizi)

Jelas berdasarkan bukti daripada al-Quran dan Sunnah, tiada siapa mengetahui bila terjadinya kiamat melainkan Tuhan yang mencipta alam ini, Allah.

Namun Islam tidak meninggalkan umatnya terkontang-kanting tanpa panduan untuk menghadapi hari kiamat. Nabi banyak sekali menceritakan kepada sahabatnya mengenai tanda akan berlaku hari kiamat. Antara kepentingan dan hikmah mengetahui tanda kiamat ini ialah supaya umat Islam bersedia dengan ilmu dan amal yang cukup dan berusaha untuk tidak membabitkan diri dalam tanda-tanda itu.

Salah satu daripadanya seperti yang dijelaskan dalam hadis sebelum ini, Nabi mengatakan: “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat”. Antara urusan umat akhir zaman yang diserahkan kepada bukan ahlinya ialah urusan pemimpin (umara) dan ulama. Begitu ramai manusia yang bercita-cita dan mencalonkan dirinya menjadi pemimpin. Hari ini hampir semua profesyen mengidamkan jawatan pemimpin baik penjawat awam, peniaga, posmen, suri rumah, remaja sehinggalah orang yang belajar agama. Pendek kata, tidak ada orang yang mengidamkan jawatan pemimpin melainkan sedikit saja.

Begitu juga halnya dengan gelar ulama atau ahli ilmu. Nabi pernah berkata: “Ada tiga hal yang termasuk tanda-tanda kiamat, salah satunya ilmu diambil daripada orang kecil (bodoh).” – (Kitab Zuhd, Abdullah Al-Mubarak)

Sahabat Abdullah bin Mas’ud menjelaskan: “Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengambil ilmu daripada kalangan sahabat Muhammad dan tokoh (ulama) mereka. Jika mereka mengambil ilmu daripada orang kecil (ahli bidaah) dan hawa nafsu mereka bercerai-berai, maka mereka akan binasa.”

Syaikh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Qabil menulis sebuah buku yang komprehensif mengenai tanda kiamat berjudul, Asyratus Sa’ah (diterjemahkan oleh Pustaka Ibnu Katsir dengan judul Hari Kiamat Sudah Dekat. Beliau menghimpunkan daripada al-Quran dan Sunnah 57 tanda kecil dan sembilan tanda besar hari kiamat

Hukum pakai topi santa claus

by Tazkirah on Monday, December 27, 2010 at 10:48am

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1398.snc4/165040_10150364507025440_10150100264160440_16491142_7965073_n.jpg

JOHOR BAHRU: Mufti Johor, Datuk Tahrir Shamsuddin menasihatkan umat Islam supaya tidak memakai pakaian atau perhiasan yang menyamai 'Santa Claus' kerana ia bercanggah dengan seruan Nabi Muhammad.

Katanya, kebanyakan umat Islam di negara ini tidak sedar dan kurang pengetahuan mengenai ilmu agama hingga menyebabkan mereka turut serta meraikan perayaan Krismas yang disambut penganut Kristian. Setiap kali menjelang 25 Disember, ada antara orang Islam memakai pakaian itu. Bagi saya,hukumnya haram kerana ia boleh mempengaruhi dan memesongkan akidah seseorang Islam itu. Baru-baru ini, saya ada menerima aduan daripada orang ramai yang prihatin mengenai perkara ini malah ada yang meluahkan perasaan sedih kerana ada segelintir masyarakat Islam sanggup berpakaian seperti Santa Claus, " katanya kepada Berita Harian di sini, semalam.

Tahrir berkata, ada sesetengah masyarakat Islam yang bekerja di pusat beli - belah terpaksa memakai pakaian atau perhiasan berkenaan atas kehendak tugas.

Pihak atasan organisasi berkenaan seharusnya sedar dan sedia maklum mengenai sensitiviti masyarakat Islam. Mereka sebenarnya boleh mengarahkan pekerja lain dan sebagai contoh pekerja yang beragama Kristian untuk memakai pakaian terbabit, " katanya.

Entri Populer